Showroom Distro Muslim Damarissa

ITC Mega Grosir Lantai LG Blok.E9 No.5-6

Jam Kerja : SENIN - MINGGU

Jam. 10.00 - 18.00

SMS / Call : 081.931002089 / 081.332874458. WA. 081231997226

Pin BB : 265D2691 ATAU 2B263ADA

FACEBOOK : DIAN GALERY

INSTAGRAM: DAMARISSA

Facebook & Yahoo! Messenger

Pembayaran
Rekening Atas Nama :
DIAN PURWATI
No. Rek. 464.119.3261
No.Rek.140.00.049.2281.2
Statistik

SIKAP MULIA RASULULLAH SHALLALLAHU ALAYHI WA SALLAM TERHADAP ISTRINYA

Rasullulah Shallallahu’alayhi wa sallam bersabda, “Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk. Tulang rusuk selamanya tidak akan dapat lurus. Jika engkau membiarkannya, berarti engkau membiarkannya tetap bengkok, jika engkau paksa untuk meluruskannya maka engkau akan mematahkannya. Mematahkannya adalah menalaknya.” (HR. Muslim).
Kondisi tersebut perlu dipahami oleh suami. Hadist ini memerintahkan para suami agar bisa menasehati dan mendidik istrinya dengan lemah lembut. Bagaimana carannya? Rasullulah Shallallahu’alayhi wa sallam adalah contoh sebaik-baiknya contoh.
Seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasullulah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab :21)
Inilah sikap mulia yang selalu dilakukan Rasullulah Shallallahu’alayhi wa sallam terhadap istrinya :
• Lemah lembut terhadap istrinya.
Misalnya, memanggil dengan panggilan saying, mencium istri (mencium tidak harus dengan syahwat), bercanda dengan istri asalkan jangan berlebihan.
• Memaafkan kesalahan istri.
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Perlakuan suami terhadap istri harus lebih dari sikapnya terhadap orang lain. Kalau dengan orang lain saja suami bisa menahan amarahnya, penuh tenggang rasa dan memaklumi segala kekurangan, apalagi dengan istrinya.
• Merasa puas dan ridha terhadap istri.
Perhatian terhadap istri. Caranya mulai musyawarah, ngobrol, dan curhat kepada istri. Misalnya, mengatakan betapa berterimakasihnya suami kepada istri yang telah mengurus rumah, anak-anak dan suami. Sehingga istri merasa perkataan, pendapat dan perkataannya diakui dirumah. Istri juga perlu dihibur untuk melepaskan kelelahan dari tanggung jawabnya didalam rumah.
• Tidak menyusahkan istri.
Rumah tidak sebersih yang diinginkan suami, masakan istri tidak seenak masakan restoran atau terlambat menyediakan the, jangan menjadi alas an untuk mencela istri. Suami jangan suka cemberut saja dirumah, supaya hati istri tidak susah. Bercandalah dengan istri dan anak-anak, asalkan tidak berlebihan. Bahkan Rasulullah pun bercanda dengan istrinya.
• Menolong istri ketika kelelahan.
Dari Al-Aswad dia berkata, “ Saya bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha, apa yang dikerjakan Rasullulah Shallallahu’alayhi wa sallam saat berada didalam rumahnya? Aisyah menjawab, “Dia membantu keluarganya. Jika waktu shalat telah tiba, dia keluar,” (HR. Bukhari).
Sumber : Majalah Aulia edisi Februari 2012

Berbagai Merk Unggulan Kami
PN.Fashion
DressCode Muslim